Kenapa "Purifikasi"...?
Terselip
doa dalam setiap nama, begitulah kiranya manusia memupuk harapan dari setiap
apa-apa yang baru dalam hidup mereka. Begitu juga dengan Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah Universitas Islam Negeri Malang, timbul juga harapan-harapan baik
dengan terbentuknya komisariat baru, yaitu “Purifikasi”. Nama purifikasi
diambil menjadi nama komisariat baru bukan tanpa sebab, terdapat perbincangan
yang panjang hingga disahkannya nama tersebut dalam Musyawarah Komisariat
Pelopor ke 12 di Perguruan Muhammadiyah Tlogomas.
Purifikasi
sebagai salah satu ciri yang cukup menonjol dalam gerakan Muhammadiyah, ingin
mengembalikan pada semangat dan ajaran islam yang murni dan membebaskan umat
islam dari tahayyul, bid’ah, khurafat. Muhammadiyah pada awal mulannya
dihadapkan dengan konteks kehidupan keagamaan bercorak sinkretik dan
tradisional, yang mengarah pada perilaku syirik dan menyimpang dari ajaran
islam. Muhammadiyah berusaha mendongkel budaya islam yang sedemikian rupa,
dengan menawarkan sikap keagamaan yang lebih puritan. Gerakan purifikasi
berarti rasionalisasi yang menghapus sumber-sumber budaya lama untuk digantikan
budaya baru.
Pun
juga demikian dengan nama “Purifikasi” sebagai nama komisariat baru yang ada di
Universitas Islam Negeri Malang. Harapannya dengan nama Purifikasi ini bisa
membawa budaya baru yang lebih baik tentunya dalam tubuh IMM pada umumnya dan
anggota Komisariat purifikasi pada khususnya. Sekaligus membuang budaya-budaya
yang kiranya bisa menghalangi dalam usaha untuk mewujudkan cita-cita daripada
IMM itu sendiri.

Comments
Post a Comment