Urgensi Teologi Islam dalam Menangkal Sinkretisme dan Radikalisme
Kajian Filsafat Ilmu oleh Bidang Kajian dan Pengembangan Keilmuan
Pemateri: Pak Hakmi Hidayat, M.Pd.
Urgensi Teologi Islam dalam Menangkal Sinkretisme dan Radikalisme menyoroti peran penting teologi sebagai fondasi pemikiran umat dalam menjaga kemurnian akidah sekaligus mencegah penyimpangan ekstrem, baik ke arah pencampuran ajaran (sinkretisme) maupun ke arah penafsiran kaku yang melahirkan radikalisme. Materi ini menegaskan bahwa teologi Islam tidak hanya berbicara tentang konsep ketuhanan, tetapi juga kerangka berpikir yang membimbing umat mengelola perbedaan, memahami teks secara proporsional, dan menempatkan akal serta wahyu secara seimbang.
Dalam konteks sinkretisme, teologi berfungsi sebagai batas epistemologis yang mengarahkan umat agar mampu membedakan mana nilai budaya yang kompatibel dengan tauhid dan mana yang bertentangan. Dengan pemahaman akidah yang kuat, umat dapat tetap inklusif terhadap budaya lokal tanpa mengorbankan prinsip dasar ajaran Islam. Sementara itu, dalam menghadapi radikalisme, teologi Islam memberikan pendekatan rasional-moderatif yang menghindarkan umat dari pemahaman tekstual ekstrem, penggunaan dalil secara parsial, dan sikap takfiri. Pemikiran teologi klasik seperti Asy‘ariyah serta penguatan prinsip wasathiyah menjadi fondasi untuk menciptakan keseimbangan antara ketegasan akidah dan toleransi sosial.
Secara keseluruhan, materi ini menegaskan bahwa revitalisasi teologi diperlukan untuk menjawab tantangan ideologis kontemporer serta menjaga harmoni kehidupan beragama.
Comments
Post a Comment