Posts

JAMALUDDIN AL-AFGHANI

 Kajian "AKAR" oleh Bidang Tabligh Kajian KeIslaman Pemateri: Imm. Raka Muhammad Rayhan Jamaluddin Al-Afghani (1838–1897 M) dikenal sebagai tokoh sentral dan arsitek utama gerakan pembaharuan ( Islah/Tajdid ) di dunia Islam pada abad ke-19. Pemikirannya muncul sebagai respons keras terhadap dua masalah mendasar yang melanda umat Islam saat itu: dominasi politik dan kolonialisme Barat serta kemunduran internal yang disebabkan oleh pemerintahan otokratis, taqlid buta, dan fatalisme. Peta intelektual Al-Afghani berakar kuat pada ideologi politik dan agama yang bertujuan untuk membangkitkan kembali kejayaan peradaban Islam. Pilar utama dari seluruh pemikiran Al-Afghani adalah Pan-Islamisme ( al-Jami’ah al-Islamiyyah ), yaitu seruan untuk menyatukan seluruh umat dan negeri Muslim di bawah ikatan solidaritas agama, tanpa memandang perbedaan suku, bahasa, atau mazhab. Konsep ini adalah strategi politiknya untuk membentuk kekuatan kolektif yang mampu melawan agresi dan hegemoni imp...

Gerakan Mahasiswa sebagai Laboratorium Hikmah Politik

  Kajian oleh Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik Pemantik: Alvin Faiz Rusdian Gerakan mahasiswa selama ini sering dipersepsikan secara sempit sebagai sekadar aksi demonstrasi, turun ke jalan, atau kegiatan protes yang penuh keramaian. Padahal di balik dinamika aksi tersebut terdapat proses panjang pembentukan karakter, pemikiran, dan kedewasaan politik. Kampus bersama seluruh organisasi intra maupun ekstra mahasiswa merupakan ruang pembelajaran politik yang sejati sebuah kawah candradimuka tempat generasi muda ditempa. Dalam konteks ini, tema “Gerakan Mahasiswa sebagai Laboratorium Hikmah Politik” mengajak kita melihat organisasi tidak semata sebagai ajang kontestasi kepemimpinan, tetapi sebagai laboratorium tempat nilai-nilai kebajikan politik diuji, digodok, dan disempurnakan. Sebagai sebuah laboratorium, gerakan mahasiswa memberikan kebebasan bagi kader-kader muda untuk melakukan riset sosial-politik, bereksperimen dalam pengambilan keputusan, dan mengalami proses t...

Urgensi Teologi Islam dalam Menangkal Sinkretisme dan Radikalisme

Kajian Filsafat Ilmu oleh Bidang Kajian dan Pengembangan Keilmuan Pemateri: Pak Hakmi Hidayat, M.Pd.     Urgensi Teologi Islam dalam Menangkal Sinkretisme dan Radikalisme menyoroti peran penting teologi sebagai fondasi pemikiran umat dalam menjaga kemurnian akidah sekaligus mencegah penyimpangan ekstrem, baik ke arah pencampuran ajaran (sinkretisme) maupun ke arah penafsiran kaku yang melahirkan radikalisme. Materi ini menegaskan bahwa teologi Islam tidak hanya berbicara tentang konsep ketuhanan, tetapi juga kerangka berpikir yang membimbing umat mengelola perbedaan, memahami teks secara proporsional, dan menempatkan akal serta wahyu secara seimbang.      Dalam konteks sinkretisme, teologi berfungsi sebagai batas epistemologis yang mengarahkan umat agar mampu membedakan mana nilai budaya yang kompatibel dengan tauhid dan mana yang bertentangan. Dengan pemahaman akidah yang kuat, umat dapat tetap inklusif terhadap budaya lokal tanpa mengorbankan prinsip dasar aja...

Kajian Cakrawala "Filsafat Ilmu"

                       "FILSAFAT ILMU"       oleh : Muhammad Nizar Alif Firnanda  secara bahasa : Kata "filsafat" berasal dari bahasa Yunani "philosophia," yang berarti "cinta terhadap kebijaksanaan" atau "cinta akan pengetahuan.  Secara istilah   : filsafat adalah pengetahuan/metode berfikir yang digunakan untuk mencoba mencapai pengetahuan tentang kebenaran yang asli.  Sejarah Lahirnya Filsafat Dulu pada tahun ke 6 atau 5 sebelum masehi terdapat sebuah wilayah di pesisir barat negara turki Bernama ionia. Ionia ini menjadi pusat perdagangan lintas benua. Ibaratnya kalo di Indonesia tuh ada selat Malaka yang jadi lalu lintas perdagangan. Karena disana mnjadi pusat lalu lintas perdagangan maka banyak berdatangan saudagar atau pedagang yang singgah dari berbagai penjuru dunia. Nah karena interaksi antar orang orang di segala penjuru dunia inilah yang menyebabkan terjadinya dialektika atau p...

Fondasi Epistemologi, Ontologi, dan Aksiologi dalam Ilmu Pengetahuan

 Oleh: Bidang Kajian dan Pengembangan Keilmuan (KPK) IMM Komisariat Purifikasi (Fakultas Syariah) UIN Malang Kajian Bersama: Nurul Istiqamah, M.Ag. – 6 Maret 2025           Ilmu pengetahuan tidak hadir begitu saja. Ia lahir dari proses pencarian panjang terhadap pertanyaan-pertanyaan dasar tentang kehidupan dan keberadaan. Dalam upaya memahami kedalaman ilmu, kita perlu menyelami tiga aspek fondasi utamanya yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Tiga cabang filsafat ini menjadi kerangka dalam menilai, menyusun, dan mengembangkan pengetahuan secara utuh dan bertanggung jawab.            Pada tanggal 6 Maret 2025 lalu, Bidang Kajian dan Pengembangan Keilmuan (KPK) IMM Purifikasi (Fakultas Syariah) UIN Malang menyelenggarakan kajian via Zoom Meeting yang mengangkat tema ini secara khusus. Kajian ini menghadirkan Nurul Istiqamah, M.Ag., dosen Fakultas Syariah, sebagai narasumber. Dalam penyampaiannya, beliau tidak h...

Purifikasi dalam Muhammadiyah: Kajian Ilmiah Tentang Manhaj Tarjih dan Tajdid

  Oleh: Bidang Kajian dan Pengembangan Keilmuan (KPK) IMM Fakultas Syariah UIN Malang             Purifikasi dalam Muhammadiyah merupakan bagian integral dari semangat tajdid (pembaharuan) yang menjadi ciri khas gerakan ini sejak awal pendiriannya. Muhammadiyah lahir sebagai respons terhadap kondisi keagamaan masyarakat Muslim Indonesia yang saat itu banyak terpengaruh oleh praktik-praktik keagamaan yang dianggap menyimpang dari ajaran murni Islam. Sebagai organisasi keagamaan, Muhammadiyah menekankan pentingnya kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah yang sahih serta menjauhi praktik bid’ah, khurafat, dan takhayul. Dalam kerangka inilah Majelis Tarjih berperan sebagai lembaga ilmiah yang mengkaji dan merumuskan fatwa serta pemikiran keagamaan Muhammadiyah, dengan pendekatan rasional dan tekstual yang ketat.           Istilah 'tarjih' dalam konteks Muhammadiyah mengacu pada pemilihan dalil yang lebih kuat di antara dua ...

Puritanisme dalam Perspektif Sejarah dan Perbandingan Antaragama: Tinjauan Kristen dan Islam

  Oleh: Bidang Kajian dan Pengembangan Keilmuan (KPK) IMM Fakultas Syariah UIN Malang                Puritanisme merupakan sebuah gerakan keagamaan yang bertujuan untuk mengembalikan praktik keagamaan kepada bentuknya yang dianggap paling murni dan asli sesuai ajaran awal agama. Baik dalam konteks Kekristenan maupun Islam, puritanisme muncul sebagai respon terhadap kondisi keagamaan yang dianggap telah mengalami penyimpangan, penambahan tradisi, dan kemewahan yang tidak sesuai dengan ajaran awal. Meskipun berkembang dalam dua agama besar yang berbeda, Puritanisme Kristen dan Islam menunjukkan sejumlah kesamaan dalam prinsip, tujuan, serta dampaknya terhadap masyarakat dan politik. Tulisan ini bertujuan untuk mengulas asal-usul, prinsip utama, dampak sosial-politik, serta kritik terhadap puritanisme dalam dua tradisi agama tersebut, sekaligus menyoroti relevansinya dalam konteks modern.             ...